Pengusaha Muda Yang Berhasil Menjual Keripik Pisang Ribuan Bungkus!



 Keripik Pisang Sidoel dan Camilan Saka bumi

Sidoarjo- Indonesia sebagai negara tropis yang memiliki 2 musim yakni musim kemarau dan hujan. Musim hujan tentunya tidak jauh dari hawa dingin yang disebabkan oleh suhu yang turun. Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam salah satunya adalah buah pisang. Buah pisang sendiri ialah makanan yang paling banyak digemari oleh masyarakat dikarenakan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. 

Tak cukup jika buah pisang dimakan begitu saja, banyak makanan yang dihasilkan dari olahan buah pisang, salah satunya adalah keripik pisang. Membuat usaha sejak masih muda mungkin impian dari banyak orang, karena memiliki usaha sendiri diusia muda adalah hal yang sangat istimewa tentunya.

Endang Winangsih selaku pemilik produk dari Camilan Saka Bumi adalah seorang pengusaha yang merintis produk ini mulai dari tahun 2016, dan pada saat itu ia berusia 25 tahun. Usahanya sempat terhenti karena kurangnya pemasaran dan masih bisa dibilang sepi pembeli. Awalnya Endang Winangsih membuat produk keripik pisang ini iseng-iseng berpikiran ingin memiliki usaha sendiri. Ia sangat gemar memasak, sehingga sempat bergonta-ganti usaha lain tapi tidak pernah sampai melejit. 

Mengapa di produksi kembali?

Usaha keripik pisang ini mulai kembali diproduksi dengan memasarkan lewat mulut ke mulut, mengikuti pameran UMKM, relasi dan lewat media online. Mendapatkan respon baik dari teman dan pembeli hingga akhirnya banyak yang memesan lagi. Dari situlah Endang serius menekuni dengan mendaftar sebagai anggota UMKM daerah setempat. Tak hanya itu, produk ini juga sudah mendapatkan izin dari dinas kesehatan seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sudah bersertifikat halal agar bisa dipasarkan lebih luas seperti ke minimarket dan lainnya.

Keripik pisang ini awalnya dinamakan dengan “Keripik Pisang Si Doel”, nama itu diambil dari nama putra nya, namun kini dirubah menjadi “Camilan Saka Bumi”. Nama tersebut diambil dari asal buah pisang itu sendiri. Keripik pisang yang dimiliki oleh Endang ini memiliki keunggulan tersendiri yaitu bentuknya yang berbeda pada umumnya, jika pada umumnya adalah berbentuk bulat, Camilan Sakabumi ini memiliki bentuk  panjang, tekstur yang sangat tipis dan sangat renyah serta rasanya yang lezat. Camilan ini memiliki 2 varian yaitu varian original dan manis.

Dulunya keripik pisang yang dijual hanya laku berapa pcs saja, namun kini produk ini telah berkembang pesat pemasaranya. Selain pelanggan dan reseller yang membeli produk ini, produk ini juga sudah tersedia di minimarket terdekat dan toko agen snack. “Untuk penjualannya sendiri memang sudah sangat ramai peminatnya, kita produksi sampai 200 pcs dalam sehari, dan juga bisa terjual  sampai terjual habis, dan itu juga ada yang pesan sebelum produksi,” ujar mbak Endang.

Berapa omsetnya?

Untuk omset per  bulannya Endang mengatakan bahwa totalnya tidak dapat dipastikan, dikarenakan perbedaan permintaan setiap customer tiap bulannya. Keripik buatannya dibanderol dengan harga mulai dari RP. 16.000 untuk kemasan 250 gram dan berlaku kelipatan untuk setiap gram berikutnya. Kebanyakan orang membeli 1 bal sebanyak 20 pcs. Dalam menjalani usaha ini, Endang juga sempat menemukan kendala, mulai dari stok pisang, dan cuaca untuk produksi, selain itu tidak ada masalah, awalnya Endang juga sudah mencoba usaha untuk memasukkan produknya ke toko-toko namun usahanya ditolak karena belum ramainya peminat. Terlepas dari itu semua, akhirnya endang berhasil menemukan solusinya. Saat ini Endang memiliki 2 Karyawan bagian produksi, untuk pengemasan masih dilakukan sendiri dan dibantu oleh keluarganya.

Menurut Endang pada saat ini ia masih harus banyak mengembangkan produknya, karena menurutnya persaingan saat ini sangatlah ketat. Maka dari itu harus perlu diinovasikan lagi usaha ini misal dari macam varian, pengiriman yang cepat, dan komunikasi yang bagus dengan para calon pembeli.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama